PSG dan Real Madrid Tersendat di Play-Off, Peta Kekuatan Liga Champions 2025-26 Berubah
VAZnews.com - Perjalanan dua raksasa Eropa, Paris Saint-Germain dan Real Madrid, dalam edisi 2025-26 Liga Champions UEFA tidak sepenuhnya berjalan mulus. Meski tetap menjaga peluang melangkah lebih jauh, keduanya disebut mengalami dinamika yang membuat posisi mereka dalam power rankings terbaru mengalami penurunan.
Dalam pembaruan daftar kekuatan yang dirilis oleh Goal.com menjelang undian babak 16 besar, PSG dan Real Madrid tidak lagi menempati posisi teratas. Penilaian tersebut didasarkan pada performa terkini, termasuk bagaimana mereka melalui fase play-off yang dinilai kurang meyakinkan dibanding beberapa tim lain.
Babak play-off selalu menjadi fase krusial dalam format kompetisi Liga Champions musim ini. Di tahap inilah konsistensi dan kesiapan mental benar-benar diuji. PSG dan Real Madrid memang berhasil menjaga asa, namun performa mereka di fase ini dinilai tidak cukup dominan untuk mempertahankan status sebagai tim paling meyakinkan.
Power rankings bukan sekadar melihat nama besar atau sejarah panjang klub di Eropa, melainkan mempertimbangkan performa aktual dalam fase terkini. Dalam konteks tersebut, kedua klub raksasa ini harus menerima kenyataan bahwa posisi mereka turun dibanding sebelumnya.
Penurunan ini sekaligus menegaskan bahwa reputasi tidak otomatis menjamin dominasi. Di musim 2025-26, persaingan terlihat semakin terbuka, dengan banyak tim menunjukkan perkembangan signifikan.
Sementara PSG dan Real Madrid tersendat, Arsenal justru disebut memimpin peringkat kekuatan menjelang undian 16 besar. Konsistensi performa menjadi faktor utama yang mengangkat klub asal Inggris tersebut ke posisi teratas.
Kontras ini memperlihatkan bagaimana momentum menjadi elemen penting dalam kompetisi. Ketika satu tim tampil stabil, sementara tim lain mengalami tekanan lebih besar di fase play-off, pergeseran persepsi kekuatan pun terjadi.
Situasi ini tentu menambah warna dalam perjalanan kompetisi musim ini. Tidak ada tim yang benar-benar aman dari fluktuasi penilaian, terutama menjelang fase gugur yang lebih menuntut.
Musim 2025-26 menunjukkan bahwa Liga Champions bukan lagi panggung yang sepenuhnya bisa diprediksi berdasarkan nama besar. Selain Arsenal yang memimpin, muncul pula kejutan dari Bodo/Glimt yang menjadi sorotan setelah menyingkirkan Inter Milan di babak play-off.
Kejutan tersebut semakin menegaskan bahwa peta kekuatan Eropa sedang bergerak dinamis. PSG dan Real Madrid tetap menjadi kekuatan besar, namun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa musim ini tidak berjalan sehalus ekspektasi awal.
Fase play-off menjadi cerminan bagaimana tekanan kompetisi dapat memengaruhi performa tim. Setiap detail, setiap pertandingan, dan setiap momen menentukan penilaian keseluruhan terhadap kekuatan sebuah klub.
Tantangan di Babak 16 Besar Liga Champions
Menjelang undian babak 16 besar, PSG dan Real Madrid kini menghadapi tantangan ganda: membuktikan diri di lapangan sekaligus membalikkan persepsi yang tercermin dalam power rankings.
Dengan sistem gugur yang tidak memberi ruang kesalahan, kedua tim harus menunjukkan peningkatan performa jika ingin kembali dipandang sebagai kandidat utama juara. Posisi dalam daftar kekuatan memang tidak menentukan hasil akhir, namun menjadi indikator momentum yang sedang berjalan.
Di sisi lain, tekanan tersebut juga bisa menjadi motivasi tambahan. Klub dengan sejarah besar sering kali mampu merespons situasi sulit dengan performa lebih solid di fase krusial.
Musim ini memperlihatkan bahwa Liga Champions 2025-26 menghadirkan kompetisi yang jauh lebih seimbang. PSG dan Real Madrid mungkin tersendat di play-off, tetapi perjalanan mereka belum berakhir. Fase 16 besar akan menjadi panggung pembuktian apakah dua raksasa ini mampu bangkit dan kembali ke jalur dominasi.