Rp 1 Triliun Berceceran Usai Hercules Jatuh, Bank Sentral Ambil Langkah Darurat
![]() |
| Foto: REUTERS/ Claudia Morales |
VAZnews.com — Sebuah insiden tragis sekaligus dramatis terjadi di Bolivia ketika sebuah pesawat kargo militer Lockheed C-130 Hercules yang jatuh usai mendarat membawa muatan uang tunai sekitar Rp 1 triliun. Uang tunai yang tercecer di lokasi langsung memicu kerumunan warga yang berupaya mengambilnya, sehingga pihak berwenang harus turun tangan dan menerapkan langkah darurat termasuk pembatalan status uang tersebut oleh Bank Sentral Bolivia. Kejadian ini terjadi di El Alto International Airport, tak jauh dari ibu kota La Paz, Rabu (25/2/2026).
Hercules Jatuh, Uang Rp 1 Triliun Berserakan
Pesawat Hercules yang dioperasikan oleh Fuerza Aérea Boliviana itu sedang dalam perjalanan dari Santa Cruz de la Sierra dengan muatan uang tunai yang dikirim oleh Banco Central de Bolivia untuk distribusi ke berbagai wilayah. Namun, ketika mendarat di El Alto, pesawat gagal berhenti dengan sempurna dan tergelincir dari landasan, lalu menabrak area jalan dekat bandara. Korban tewas dilaporkan mencapai puluhan orang, dan puluhan lainnya luka-luka akibat kecelakaan itu.
Benturan dan kerusakan pesawat menyebabkan jutaan lembar uang tunai senilai 423 juta bolivianos sekitar Rp 1 triliun berhamburan di lokasi kejadian. Uang tunai itu kemudian menjadi rebutan warga yang berdatangan tak lama setelah kecelakaan terjadi.
Warga Serbu Lokasi, Aparat Gunakan Gas Air Mata
Kondisi menjadi semakin kacau ketika ribuan warga setempat mendatangi lokasi bangkai pesawat dan mengambil uang tunai yang berserakan. Kerumunan itu berlangsung sejak pagi hingga sore hari, mencerminkan situasi yang memanas serta keinginan warga untuk mendapatkan keuntungan dari barang berharga yang tidak terikat aturan.
Untuk mengendalikan kekacauan tersebut, pihak kepolisian Bolivia menggunakan gas air mata dan berusaha mengamankan area dan sisa uang yang tercecer. Sejumlah warga bahkan ditangkap karena dianggap melakukan tindakan yang membahayakan atau mencoba melawan aparat dalam upaya mendapatkan uang secara paksa.
Aparat keamanan juga melakukan penggerebekan di lebih dari 20 rumah di kawasan sekitar lokasi insiden untuk mencari bukti uang yang dibawa dari lokasi kejadian. Operasi ini dimaksudkan untuk mengembalikan sebanyak mungkin uang yang belum diambil dan mencegah peredaran uang yang tidak tercatat.
Bank Sentral Batalkan Uang yang Tercecer
Menanggapi kondisi yang tidak terkendali, Banco Central de Bolivia mengambil langkah luar biasa dengan membatalkan seluruh uang yang berasal dari seri yang dibawa oleh pesawat Hercules. Artinya, uang tersebut secara resmi dinyatakan tidak lagi sah sebagai alat pembayaran di negara itu.
Langkah ini diambil guna mencegah lebih banyak kekacauan dan potensi kerugian finansial yang timbul dari uang yang sudah tersebar atau telah diambil warga. Masyarakat diminta untuk memeriksa seri uang yang mereka miliki, dan jika termasuk dalam daftar yang dibatalkan, warga dapat menukarnya di tempat-tempat resmi yang ditunjuk Bank Sentral.
Selain pembatalan, Bank Sentral dan pemerintah juga memobilisasi sumber daya untuk memudahkan proses penukaran dan mengatur antrian warga yang hendak menukar uang mereka. Hal ini bertujuan agar sistem keuangan tetap stabil meski situasi darurat tengah berlangsung.
Sekitar 30% Uang Sudah Terambil
Pihak berwenang kini memperkirakan bahwa sekitar 30 persen dari uang tunai yang dibawa dalam pesawat Hercules telah diambil oleh warga sebelum polisi dapat mengendalikan situasi. Uang yang sudah masuk ke tangan publik itu dianggap tidak sah lagi karena pembatalan oleh Bank Sentral, sehingga warga diimbau segera menukarnya demi menghindari kerugian.
Langkah penggerebekan di rumah-rumah warga juga dilakukan untuk menemukan lembaran uang yang kemungkinan masih tersembunyi dan belum dinyatakan tidak sah. Ini merupakan upaya terakhir untuk merebut kembali sebanyak mungkin uang yang sebelumnya dibawa pesawat.
Peristiwa ini menjadi tragedi ganda: selain menelan korban jiwa dalam kecelakaan, insiden itu juga membuka celah kekacauan sosial ketika barang yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat tiba-tiba menjadi rebutan publik. Otoritas Bolivia menyatakan duka mendalam kepada keluarga korban dan menyatakan akan terus menanggapi situasi dengan pendekatan hukum dan keamanan.

Posting Komentar